Sabtu, 29 November 2014

Tanpa Judul lagi,

lalu berbalik menuduh, yang sebenarnya berasal dari  ketakutannya sendiri. Entah ini mekanisme pertahanan dirinya untuk tidak disalahkan atau memang itu adalah kecurigaannya.

Tanpa Judul

bikin PM "otw hatimu,"
seolah-olah berada di Bis, cuaca mendung, gerimis, pengalihan pembicaraan, signal lemot...

Sempurna.
:)

Selasa, 18 November 2014

Ayah,

Terkadang, seorang anak perempuan berkata dalam hati, "Ayah..., anak yang selama ini berusaha engkau bahagiakan, berusaha engkau sukseskan, sekarang ia dilukai hatinya, diinjak-injak harga dirinya. Ayah... anak perempuanmu tidak lagi mendapatkan perkataan halus seorang laki-laki seperti dirimu. "



:)


"Ayah, anak perempuanmu tidak selalu tau seperti apa laki-laki yang pantas untuk diabdi. Terkadang anak perempuanmu jatuh dan terluka kepada orang yang.. entah pantas atau tidak.
ia sadar bahwa semua luka adalah tangan Allah untuk mendewasakannya, untuk menjadi lebih kuat dari sebelumnya, tapi benarkah demikian, Ayah ? benarkah demikian, bahwa laki-laki yang demikian, Ayah ?
Seorang laki-laki yang berkata cinta, namun ia tidak sanggup menghormati perempuan, tidak bisa mengendalikan amarahnya, untuk berkata lebih lembut kepada perempuan, untuk berkata yang tidak menyakiti perempuan,
Entahlah, Ayah..."
Maafkan anak perempuanmu untuk dosa yang telah engkau tanggung, semoga Allah menjaga dan menguatkan imannya."


Leason

aku yang terluka, bukan dirimu....

Semua orang merasa dirinya terluka, terlepas dari siapa yang merasa benar dan memang benar benar, benar. Tapi akan selalu ada masa dimana seseorang itu, dalam hatinya menyadari suatu hal yang salah dalam dirinya, yang akan diakuinya, disesali dan dijadikan pelajaran. tetapi tidak jarang juga penyesalan itu diabaikannya.